Konflik Penolakan Ritual Doa Leluhur Paguyuban Padma Buana di Pedukuhan Mangir Bantul, Yogyakarta

Setyo Boedi Oetomo

Abstract


The people of Yogyakarta are known for their tolerance, where people of different religions can coexist peacefully especially with Javanese traditions. But in Mangir, a village in Bantul, Yogyakarta, in November 12, 2019, there was a case of local residents rejecting the procession of ancestral prayer rituals by the Paguyuban Padma Buana (PPB) who claims to be followers of Javanese Hinduism. This study aimed at disclosing the elements and roots of conflict from the Mangir community's rejection towards Paguyuban Padma Buana. As a case study, it used conflict analysis approach through timeline and factor analysis techniques. The results showed that the open conflict between the two groups has occurred since 2012 with the main issue of syncretic ritual practices of Hinduism, Buddhism, and Kejawen (Javanism) that involve people from various religions. In addition, the Maha Lingga Padma Buana Temple as a place of whorship and rituals has also the license problems. Reconciliation was carried out between residents with the Padma Buana followers in 2015. Unfortunately it was violated by the Paguyuban Padma Buana and became a trigger of conflict back in 2019. The cause of this conflict is multiple factors, all of which are interrelated. However, the root cause of the problem among Mangir people is mostly related to traditional revivalism and the distribution of cultural tourism management authorities. This conflict makes them polarized and vulnerable to interests that can create the village atmosphere worse


Keywords


Revivalism; Javanese Hinduism; Mangir; Conflict Analysis

Full Text:

PDF

References


Asdhiana, M. (2019). Mangir Dikukuhkan sebagai Desa Wisata. Retrieved November 13, 2019, from https://nasional.kompas.com

Bahasa, B. P. (1980). Babad Mangir 1 dan 2 – Bahasa Indonesia. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bunga, H. (2019). Anggota DPR Bali Kecam Pembubaran Upacara Keagamaan Di Bantul. Retrieved November 14, 2019, from https://nasional.tempo.co

Cahyono, M. D. (2012). Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit. AMERTA, Vol. 30 (1, 19–44.

Endraswara, S. (2015). Agama Jawa: Ajaran, Amalan, dan Asal-usul Kejawen. Yogyakarta: Narasi-Lembu Jawa.

Hadi, K. (2018). Romantisme Masa Lalu Dan Sejarah Gerakan Sosial Politik. Retrieved from https://beritagar.id/artikel/.

Idrus, M. (2007). Makna Agama Dan Budaya Bagi Orang Jawa. UNISIA, Vol. 30 (6, 391–401.

Iswinarno, C. (2019). Sejumlah Warga Hentikan Paksa Ritual Upacara. Retrieved November 13, 2019, from https://jogja.suara.com/

Jamaluddin, A. N. (2018). Konflik dan Integrasi Pendirian Rumah Ibadah di Kota Bekasi. Sosio Politica, Vol. 8 (2), 227–238.

Mukhsin (ed.). (2007). Mengelola Konflik Membangun Damai: Teori, Strategi, dan Implementasi Resolusi Konflik. Semarang: WMC – IAIN Walisongo Semarang.

Jati, W. R. (2013). KEARIFAN LOKAL SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 393. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.251

Kamidi, W. (2017). Menggugah Gerak Pariwisata dengan Ritual Budaya Metri Desa. Retrieved November 14, 2019, from https://www.ngopibareng.id/timeline

Kholil, A. (2008). Agama dan Ritual Slametan (Deskripsi Antropologis Keberagamaan Masyarakat Jawa). El-Harakah, Vol. 10 (3, 187–202.

Maharani, S. (2019). Upacara Leluhur Ki Ageng Mangir Di Bantul Dibubarkan. Retrieved November 14, 2019, from https://nasional.tempo.co

Mansyuri. (2011). Revivalisme Agama: Sebuah Telaah Fenomenologi Tentang Kekerasan Bernuansa Sebuah Telaah Kekerasan Bernuansa Agama Dari Tinjauan Mircea Eliade Dalam The Myth Of The Eternal Return. Universitas Indonesia.

Musahadi (ed.). (2007). Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia: Dari Konflik Agama Hingga Mediasi Peradilan. Semarang: WMC – IAIN Walisongo Semarang.

Najwan, J. (2009). Konflik Antar Budaya dan Antar Etnis di Indonesia Serta Alternatif Penyelesaiannya. Jurnal Hukum, Vol. 16 (edisi Khusus) Oktober 2009, 195–208.

NZDL. tt. (n.d.). Displaced Persons in Civil Conflict - Trainer’s Guide - 1st edition. Retrieved December 13, 2019, from http://www.nzdl.org

Putro, Z. A. E. (2010). Ketahanan Toleransi Orang Jawa: Studi tentang Yogyakarta Kontemporer. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 15(2). https://doi.org/10.7454/mjs.v15i2.4860

Rachmadhani, A. (2019). ANALISIS KONFLIK PENDIRIAN SANGGAR KEROHANIAN SAPTA DARMA DI REMBANG. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 5(2), 159–171. https://doi.org/10.18784/smart.v5i2.789

Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi: Dari sosiologi klasik sampai perkembangan terakhir postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 11, 25.

Salman, D. (2012). Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas. Makasar: Penerbit Ininnawa.

Suhardi. (2018). Manekung Di Puncak Gunung –Jalan Keselamatan Kejawen. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sumbulah, U. (2012). Islam Jawa Dan Akulturasi Budaya: Karakteristik, Variasi Dan Ketaatan Ekspresif. El Harakah, Vol.14 (1), 51–68.

Susanto, M. I. (ed. ). (2018). Sebuah Penelusuran Babad Tanah Jawi Ki Ageng Mangir Tokoh Cikal Bakal Pendiri Dusun Tertua di Bantul ((cet. 2)). Bantul: Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Ulum, R. (2018). Laporan Penelitian Survey Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Tahun 2018, Laporan teknis belum diterbitkan. Jakarta: Peneliti Puslitbang Bimas Agama Dan Layanan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kemenag.

Wahab, A. J. (2014). Manajemen Konflik Keagamaan (Analisis Latar Belakang Konflik Keagamaan Aktual). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Wibowo, B. A. (2016). Pemaknaan Lingga-Yoni Dalam Masyarakat Jawa-Hindu Di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur: Studi Etnoarkeologi. E-Jurnal Humanis, Vol.14 (1), 9–16.

Woodward, M. R. (1999). Islam Jawa, Kesalehan Normatif versus Kebatinan (D. oleh H. Salim, Ed.). Yogyakarta: LKiS Yogyakarta.

Yumitro, G. (2018). Peluang dan Tantangan Gerakan Revivalisme Islam di Indonesia Pascareformasi. Tsaqafah, Vol. 14 (1, 55–72.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v6i1.943
Abstract - 756 PDF - 351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Setyo Boedi Oetomo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.