Dimensi Relasional Filosofi Kuni Agu Kalo dalam Masyarakat Manggarai

Benediktus Denar, Florensia Imelda Seran, Jean Loustar Jewadut

Abstract


This article aims to introduce a paradigm of life which is a guide and guide for the lives of the Manggarai-NTT people. For them, building relationships with others, the natural environment, and the Creator is one of the requirements for their existence as human beings. This is clearly seen in the ancient philosophy of kuni agu kalo. However, amid the pressure of progress and modernization, the implementation of the ancient philosophy of kuni agu kalo in the conduct of daily life is increasingly eroded. This is reflected in the fact that the culture of hatred and violence is getting stronger due to economic motives, social jealousy, and politics. In addition, the destruction of the environment is becoming increasingly massive. This research uses a qualitative approach with ethnographic methods. The results of this research show that the kuni agu kalo philosophy can be a philosophical basis for the Manggarai people to build relationality towards each other, the environment, and towards the highest being. For this reason, this philosophy needs to be maintained but also needs to be implemented in daily life practices to create better public civility.

TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian   TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack

Keywords


Kuni Agu Kalo; Life; Manggarai Society; Philosophy; Relational

Full Text:

PDF

References


Adon, M. J. (2022). Konsep Relasionalitas Orang Manggarai dalam Budaya Hae Reba Menurut Filsafat Gabriel Marcel. Totobuang, 10(2), 1–23. https://doi.org/10.26499/ttbng.v10i2.372.

Adon, M. J., dan A. Asman. (2022). Konsep Filosofis Budaya Peler Manggarai Dalam Terang Filsafat Dialogis Martin Buber. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya,8(2), 197–223. https://doi.org/10.36424/jpsb.v8i2.329.

Alexander, P. A. (2016). Relational thinking and relational reasoning: harnessing the power of patterning. Npj Science of Learning, 1(1). https://doi.org/10.1038/npjscilearn.2016.4.

Balzano Japa, H. B. J. (2023). Praksis Budaya Lonto Leok Sebagai Wujud Pemersatu Orang Manggarai. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 195–204. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol6.no1.a6796.

Bandur, A. (2014). Penelitian Kualitatif. Mitra Wacana Media.

Brigg, M. (2014). Culture, Relationality and Global Cooperation.

Brueggemann, W. (2002). No TitleThe Land: Place of Gift, Promise and Challenge in Biblical Faith. Fortress Press.

Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.

Dain, F. J. (2021). Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Manggarai Barat Terus Meningkat. Aktual.Com. https://aktual.com/korban-kekerasanterhadap-perempuan-dan-anak-di-manggarai-barat-terus-meningkat/

Denar, B., dan A. D. Firmanto. (2022). Ritual Cepa Lingko dan Tahun Sabat: Sebuah Pemahaman Keadilan Berladang Orang Manggarai. Kurios, 8(2), 387–399.https://doi.org/10.30995/kur.v8i2.303.

Denar, B., S. Juhani, dan A. Riyanto. (2021). Ecotheological Dimensions of Roko Molas Poco in the Tradition of Making Traditional Houses of the Manggarai Community - NTT. JOURNAL of ASIAN ORIENTATION in THEOLOGY, 03(01), 59–88. https://doi.org/10.24071/jaot.v3i1.3218.

Dora, N. I. (2019). Kearifan Lokal (Materi Kuliah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Erb, M. (2003). “Uniting the bodies and cleansing the village”: Conflicts over local heritage in a globalizing world. Indonesia and the Malay World, 31(89), 129–139. https://doi.org/10.1080/13639810304436.

Fernandes, Stefanus, Hendrikus Rinaldi Amsikan, F. F. Situmorang. (2021). Relasi Aku, Liyan, dan Budaya Dodo Orang Manggarai ( Dalam Terang Filsafat-Kritis Aku-Liyan Armada Riyanto. Fides et Ratio, 6(2), 9–15. http://ejournalstfxambon.id/index.php/FeR/article/view/51/27.

Fransiskus, P. (2015). Laudato Si. Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

Gaut, G. K., dan M. M. Tapung. (2021). Model Lonto Lèok dalam Pembelajaran tentang Mbaru Gendang pada Muatan Lokal Seni Budaya Daerah Manggarai (Riset Desain Pembelajaran Muatan Lokal). EDUNET-The Journal of …, 1(1),20–42. http://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/je/article/view/718.

Hayon, Y. S. (2002). Spiritualitas Tanah dalam Masyarakat Asli Balawelin. Jurnal Ledalero, 1(2), 48–69.

Herianto, H. (2022). Relasi Aku dan Liyan dalam Budaya Lejong Masyarakat Manggarai. Focus, 2(1), 28–37. https://doi.org/10.26593/focus.v2i1.4420.

Juhani, S., B. Denar, dan F. E. A. Riyanto. (2020). Dialektika Konsep Ketuhanan dalam Ritual Lea sose pada Masyarakat Manggarai dan Gereja Katolik. Melintas, 36(3), 360–378. https://doi.org/10.26593/mel.v36i3.5388

Juhani, S., dan A. D. Firmanto. (2021). Dimensi Eko-Eskatologis dalam Mitos Penciptaan pada Masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur. Jurnal SMART(Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) (Vol. 7, Issue 2, pp. 254–264).https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1380.

Klarenbeek, L. M. (2019). Relational integration: a response to Willem Schinkel. Comparative Migration Studies, 7(1). https://doi.org/10.1186/s40878-019-0126-6.

Koentjaranigrat. (2010). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Konradus, D. (2021). Masyarakat Adat Dalam Pusaran Modal: Studi Penolakan Tambang Batu Gamping Masyarakat Adat Lolok-Luwuk-Flores. Masalah-Masalah Hukum, 50(4), 420–433. https://doi.org/10.14710/mmh.50.4.2021.420-433.

Laudato Si: Tentang Perawatan Rumah Kita Bersama, Obor Media (2015).

Liliweri, A. (2014). Pengantar Studi Kebudayaan. Nusamedia.

Mahur, A., dan F. Bustan. (2019). Konseptualisasi Masyarakat Manggarai Tentang Budaya Lonto Leok Sebagai Piranti Hukum Adat Responsif-Sosiologik Dalam Rangka Penyelesaian Konflik Pertanahan Dan Pemertahanan Harmoni Sosial. Jurnal Lazuardi, 2(2), 276–292. https://doi.org/https://doi.org/10.53441/jl.Vol2.Iss2.11.

Mawaddahni, S. (2017). Filosofi Hidup sebagai Wujud Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 9(2), 1–13. https://doi.org/10.26905/lw.v9i2.1976.

Meidinata, M. I., dan C. V. Setiawan. (2021). Keterasingan dalam Pengalaman Pasien Covid 19 Tinjauan Menurut Relasionalitas Armada Riyanto. Pastoralia, 2(2),33–48.

Mukese, J. D. (2012). Makna Hidup Orang Manggarai: Dimensi Religius, Sosial, dan Ekologis. In M. Chen dan C. Suwendi (Eds.), Iman, Budaya dan Pergumulan sosial – Refleksi Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai (pp. 116–126). Obor.

Ndiung, S., dan G. W. Bayu. (2019). Ritus Tiba Meka Orang Manggarai Dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Karakter. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 2(1), 14. https://doi.org/10.23887/jpmu.v2i1.20786.

Niman, E. M. (2016). Kearifan Lokal dan Upaya Pelestarian Lingkungan Alam. Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 11(1), 91–106.

Nur, M., N. Siswayanti, dan N. Nurrahmah. (2021). Makna Moderasi dalam Ritual Ngareremokeun Masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Lebak-Banten. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) (Vol. 7, Issue 2, pp. 218–229). https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1373.

Pandor, P., V. Gon, dan H. A. Dominggus, (2023). Réis, Ruis, Raés, Raos: Frames of Intersubjective Relations of Manggarai People (Philosophical Studies Based on Gabriel Marcel’s Concept of Intersubjectivity). Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 5(3), 1687–1699. https://doi.org/10.34007/jehss.v5i3.1509.

Panitia Sinode III Keuskupan Ruteng. (2017). Dokumen Sinode III 2013-2015 Keuskupan Ruteng Pastoral Kontekstual Integral. asdaMEDIA.

Pasi, G. (2020). Relasionalitas “Aku” dan “Engkau” dalam Masyarakat Indonesia yang Majemuk Sebagai Gambaran dari Relasionalitas Trinitas. Studia Philosophica et Theologica, 20(2), 103–126. https://doi.org/10.35312/spet.v20i2.189.

Payong, M. R. (2022). Adaptasi Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan: Studi Penggunaan Go’et dalam Pendidikan Agama Katolik. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 384–400. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.753.

Riyanto, A. (2015). Kearifan Lokal Pancasila: Butir-butir Filsafat “Keindonesiaan.” InO. G. M. Riyanto, Armada, Johanis Ohoitimur, C.B. Mulyatno (Ed.), Kearifan Lokal Pancasila: Butir-butir Filsafat Keindonesian (pp. 13–42). Kanisius.

Riyanto, A. (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomena. Kanisius.

Riyanto, A. (2019). Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenome. Kanisius.

Riyanto, F. E. A. (2020). Metedologi: Pemantik dan Anatomi Riset Filosofis Teologis. Widya Sasana Publication.

Sahan, A. (2020). Membela “Kuni agu Kalo.” Voxntt.Com. https://voxntt.com/2020/05/26/membela-kuni-agu-kalo/63602/.

Saharudin. (2021). Ritual Domestikasi Padi Lokal dalam Budaya Sasak-Lombok. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 7(01), 85–102. https://doi.org/10.18784/smart.v7i01.1098.

Sutam, I. (2016). Ca Leleng Do, Do Leleng Ca (Satu Sama Dengan Banyak, Banyak Sama Dengan Satu). STKIP St. Paulus Ruteng.

Tamba, T. (2020). Relational Theology: A Critical Theological Review of Ecological Damage in the Lake Toba Area According to the Fretheim’s Perspective. Jurnal Teologi Cultivation, 4(1), 115–134. https://doi.org/10.46965/jtc.v4i1.221.

Teguh, M. (2017). Aktualisasi Kurikulum 2013 Di Sekolah Dasar Melalui Gerakan Literasi Sekolahuntuk Menyiapkan Generasi Unggul Dan Berbudi Pekerti. Prosiding Seminar Nasional, 18–26.

Tompkins, A. (2019). Constructing a Theology of Relational Life Through the Themes of Creation , Incarnation , and Re-Creation as an Alternative to Current Categories of Religions.

Tynan, L. (2021). What is relationality? Indigenous knowledges, practices and responsibilities with kin. Cultural Geographies, 28(4), 597–610. https://doi.org/10.1177/14744740211029287.

Verheijen, A. J. (1991). Manggarai dan Wujud Tertinggi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Widyawati, F., dan Lon, Y. S. (2022). Local Culture Education In Manggarai. 14(2), 165–177. https://doi.org/10.36928/jpkm.v14i2.1226.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v9i2.2026
Abstract - 1688 PDF - 442

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Benediktus Denar, Paulus Tolo, Florensia Imelda Seran, Jean Loustar Jewadut

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.