Model Kepemimpinan Demokratis dan Kharismatik: Studi Kasus di MAN dan MA Qosim Al Hadi Semarang

Zainudin Zainudin, Samidi Samidi

Abstract


The principal at madrasah in the education system has a very important role as a determinant of whether a school is progressing or not. This study specifically aims to determine the madrasa school leadership model at MAN and MA Qasim Al Hadi in Semarang. The research on the two madrasah model includes qualitative research, which takes the research locus of public and private Madrasah Aliyah. The results showed that the MAN Semarang in leadership adheres to a bureaucratic democratic system of democracy. This means that everything is done in accordance with standard operating procedures with modern management. While the leadership model at MA Qasim Al Hadi, the education system is strongly influenced by the central figure who has been appointed by the foundation as the head of the school (kiai). It is the figure of the kiai who spurs all movements in the educational process. Implementatively, the leadership model of the Head of MA Qosim Al Hadi can be seen from his personality and democratic character. Apart from being based on personality type, it also depends on the status of the madrasa (private). Thus the leadership model of MA Qosim Al Hadi can be said to be a charismatic leadership pattern.


Keywords


Leader Models; Islamic Senior High School; Democratic; Charismatic

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (1993). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Bawani, I. (1998). Kepemimpinan Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Akademika, 3, 38.

Burhanuddin, Y. (1998). Adminitrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Departemen Agama, R. (2005). Pedoman Manajemen Madrasah. Jakarta: Kelembagaan Agama Islam.

Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah; Konsep Dasar, Buku 1. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dimock, M. E., & Koening, L. W. (1961). Public Administration. California: Publication Press.

Djatmiko, Y. H. (2004). Prilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.

Fattah, N. (1996). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Furchan, A. (1982). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Gibb, H. A. R., & Kramers, H. (1981). Shorter Encyclopaedia of Islam. Leiden: EJ Brill.

Hadi, S. (1997). Metodologi Research; Jilid I. Yogyakarta: Andi Offset.

Juju Saepudin. (2019). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Pembelajaran Keterampilan Di Madrasah Aliyah Negeri (Man) 1 Kabupaten Garut. Jurnal Penamas, 32(2).

Junaedi, M. (2013). Madrasah di Pesisiran Jawa (Kasus Madrasah di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak). Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Khozin, W. (2019). Pendidikan Agama dan Keagamaan di Vietnam: Studi Kasus Madrasah Al Nur dan Pesantren Darussalam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(3), 2019, 256-268, 17(3), 256–268. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v17i3.623

Kibtyah, M. (1997). Kepemimpinan Dalam Proses Dakwah; Tinjauan dari Subyek Dakwah. Jurnal Risalah Walisongo, 29.

Koentjaraningrat. (1997). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Grafindo Pustaka Utama.

Kurniadin, D., dan Machali, I. (2012). Manajemen Pendidikan : Konsep, dan Praktik Pengelolaan Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Marzuki. (1995). Metodologi Riset. Yogyakarta: BPFE-UII.

Moeliono, A. dkk. (1991). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Balai Pustaka.

Moleong, L. L. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, N. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif; Pendekatan Positivistik, Phenomenologik, Realisme Metaphisik dan Telaah Studi Teks serta Penelitian Agama. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Mujizatullah dan Mustolehudin. (2019). Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Madrasah Di Kota Gorontalo. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(3), 267–283. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v17i3.638

Mulyasa. (2004). Menjadi Kepala Sekolah Profesional; Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Nurhilaliati, N. (2019). Kualitas Kepemimpinan Kepala Madrasah Perempuan Di Lingkungan Pondok Pesantren. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(1), 57–69. https://doi.org/10.32729/edukasi.v17i1.541

Pidarta, M. (2004). Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahman, T. (1999). Moralitas Pemimpin dalam Perspektif Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Setia.

Sondang, P. S. (2003). Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren Mdrasah Sekolah Pendidikan Islam dalam Kurun Merdeka. Jakarta: LP3ES.

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sulthon, M. (1998). Kepemimpinan Menurut Konsepsi Islam; Pendekatan Manajemen Dakwah. Jurnal Risalah, 1, 4.

Supardi, & Anwar, S. (2004). Dasar-Dasar Prilaku Organisasi. Yogyakarta: UII Press.

Suryosubroto. (2004). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Wahab. (2016). Pengaruh Iklim Organisasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Kepala Madrasah Aliyah Negeri Di Eks Karesidenan Surakarta. SMaRT, 2(1). Retrieved from https://blasemarang.kemenag.go.id/journal/index.php/smart/article/view/305/214

Wahjosumidjo. (2003). Kepemimpinan Kepala Sekolah; Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Zuhairini. (1996). Metode Pendidikan Agama. Solo: Ramadhani.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v8i1.1586
Abstract - 691 PDF - 396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.