Belajar Hidup Berdampingan: Studi mengenai Pengelolaan Keragaman Agama di Sekolah

Herman Hendrik

Abstract


Keragaman yang ada di  Indonesia tak jarang menjadi wahana konflik horizontal. Sebagai contoh misalnya konflik yang membawa nama agama. Dunia pendidikan pun tak lepas dari permasalahan yang berkaitan dengan keragaman agama. Untuk itu, diperlukan pengelolaan keragaman. Tulisan ini menganalisis berbagai praktik pengelolaan keragaman agama yang ada di sekolah-sekolah. Berdasarkan suatu penelitian kualitatif dengan FGD sebagai teknik pengumpulan data, tulisan ini menemukan bahwa ragam praktik pengelolaan keragaman agama di sekolah mencakup aspek-aspek: kurikulum, ekstrakurikuler, kokurikuler, sarana dan prasarana, pengelolaan kelas, rekrutmen GTK, acara selebrasi, dan aksi sosial. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap lahirnya praktik-praktik tersebut yaitu intervensi dari kepala daerah, intervensi dari organisasi nonpemerintah, intervensi tokoh agama, visi lembaga, dan inisiatif guru. Berdasarkan temuan tersebut, tulisan ini mengemukakan empat model pengelolaan keragaman agama di sekolah; yaitu model normatif, mandiri, maju, dan inovatif.

Keywords


pengelolaan keragaman; agama; pendidikan

Full Text:

PDF

References


Apriliani, Ismi, dan Hatim Ghazali. 2016. “Toleransi remaja Islam kepada pemeluk agama yang berbeda: Studi ekstrakurikuler rohani Islam (Rohis) SMA di Bekasi, Jawa Barat.” At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam 1 (1): 1–22. https://doi.org/10.22515/attarbawi.v1i1.32.

Hanafi, Imam, Imran Rosidi, Zulkifli M. Nuh, Alimuddin Hassan, dan Maulana. 2019. “Studi Kompetensi Multikulturalisme pada Dosen UIN Jakarta dan UIN Riau.” Kontekstualita 34 (1): 1–18. https://doi.org/10.30631/kontekstualita.v34i1.79.

Handayani, Puji. 2016. “Kebijakan sekolah untuk mengantisipasi diskriminasi minoritas di SMA N 1 Muntilan.” In Mengelola keragaman di sekolah: Gagasan dan pengalaman guru, diedit oleh Suhadi, Linah Khairiyah Pary, Fardan Mahmudatul Imamah, dan Marthen Tahun, 99–108. Yogyakarta: CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies) Universitas Gadjah Mada. https://doi.org/10.1177/0034523717745341.

Interfidei. n.d. “Interfidei.” Diakses 22 Januari 2020. https://www.interfidei.or.id/profil.

Karolina, Anita Ida, Sulistyarini, dan Rustiyarso. 2019. “Peran sekolah dalam membangun sikap toleransi beragama.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 8 (3): 1–9.

Kementerian Agama. 2019. Moderasi beragama. Jakarta: Kementerian Agama.

Kompas.com. 2017. “Dedi Mulyadi: Toleran dan intoleran jangan dibawa ke ranah politik.” 2017. https://regional.kompas.com/read/2017/05/22/16523451/dedi.mulyadi.toleran.dan.intoleran.jangan.dibawa.ke.ranah.politik.

Maarif Institute. 2018. Menjaga benteng kebinekaan di sekolah (Studi kebijakan OSIS di Kota Padang, Kab. Cirebon, Kab. Sukabumi, Kota Surakarta, Kota Denpasar, dan Kota Tomohon). Jakarta: Maarif Institute.

Nurdin, Nazar. 2017. “Cara unik Romo Budi saat pindah tempat pelayanan.” 2017. https://regional.kompas.com/read/2017/11/30/11145141/cara-unik-romo-budi-saat-pindah-tempat-pelayanan.

Olifant School. n.d. “Vision, Olifant School.” Diakses 22 Januari 2020. https://www.olifantschool.com/vision.

PPIM UIN Jakarta. 2018. “Pelita yang meredup: Potret keberagamaan guru Indonesia.” Jakarta.

Rahayu, Cici Marlina. 2017. “Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil bicara toleransi di kongres Komnas HAM.” 2017. https://news.detik.com/berita/d-3448924/dedi-mulyadi-dan-ridwan-kamil-bicara-toleransi-di-kongres-komnas-ham.

Raihani. 2014. “Creating a culture of religious tolerance in an Indonesian school.” South East Asia Research 22 (4): 541–60. https://doi.org/10.5367/sear.2014.0234.

Republika. 2019. “Ini desa terbaik dalam toleransi beragama di Karanganyar.” republika.co.id. 2019. https://republika.co.id/berita/pxuwge368/nasional/daerah/19/09/14/pxtxrf3720000-ini-desa-terbaik-dalam-toleransi-beragama-di-karanganyar.

Republika Online. 2019. “Kemenag: Indeks kerukunan Indonesia kategori tinggi.” Republika Online. 16 Desember 2019. https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/19/12/18/dunia-islam/islam-nusantara/19/12/16/q2l0fx428-kemenag-indeks-kerukunan-indonesia-kategori-tinggi.

Salam, Bram. 2018. “Dedi Mulyadi aplikasikan nilai toleransi hasil ajaran Gus Dur.” 2018. https://www.merdeka.com/politik/dedi-mulyadi-aplikasikan-nilai-toleransi-hasil-ajaran-gus-dur.html.

Saliman, Taat Wulandari, dan Mukminan. 2013. “Laporan kemajuan penelitian unggulan perguruan tinggi "model pendidikan multikultural pada ‘sekolah pembauran’ di Medan, Sumatera Utara.” Yogyakarta.

Sekolah Tumbuh. 2018. “About Sekolah Tumbuh.” 2018. https://sekolahtumbuh.sch.id/about-sekolah-tumbuh/.

Setara Institute. 2018. “Press release Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2018.” http://setara-institute.org/indeks-kota-toleran-ikt-tahun-2018/.

SMA Budi Mulia Dua. 2017. “About SMA Internasional Budi Mulia Dua.” 2017. http://sma.budimuliadua.com/about-us/.

Sugiyanto, Antonius E. 2019. “Pastor Aloysius Budi Purnomo: Dialog dan gereja yang terus belajar.” 2019. https://www.hidupkatolik.com/2019/07/30/38272/pastor-aloysius-budi-purnomo-dialog-dan-gereja-yang-terus-belajar/.

Sumai, Sumarni, Adinda Tessa Naumi, dan Hariya Toni. 2017. “Dramaturgi Uat Beragama: Toleransi dan Reproduksi identitas Beragama di Rejang Lebong.” Kontekstualita 33 (1): 118–43. http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/Kontekstualita/article/view/33/13.

Tribunnews.com. 2018. “Desa toleransi yang menggetarkan hati di Jawa Timur: Tidak ada sekat antar umat lain agama.” 2018. https://www.tribunnews.com/regional/2018/04/04/desa-toleransi-yang-menggetarkan-hati-di-jawa-timur-tidak-ada-sekat-antar-umat-lain-agama?page=2.

Wahid Foundation. 2015. “Tentang Wahid Foundation.” 2015. http://wahidfoundation.org/index.php/page/index/About-Us.

———. 2018. “Laporan tahunan kemerdekaan beragama/berkeyakinan (KBB) di Indonesia 2017: Mengikis politik kebencian.” http://wahidfoundation.org/index.php/publication/detail/Laporan-Tahunan-Kemerdekaan-BeragamaBerkeyakinan-KBB-di-Indonesia-2017.

Warsah, Idi. 2017. “Relevansi Relasi Sosial terhadap Motivasi Beragama dalam Mempertahankan Identitas Keislaman di Tengah Masyarakat Multi Agama (Studi Fenomenologi di Desa Suro Bali Kepahiang Bengkulu).” Kontekstualita 34 (2): 149–77. http://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/Kontekstualita/article/view/42/21.

Yayasan Cahaya Guru. 2019. Cahaya bineka taman bangsa: Narasi dan panduan kegiatan pengembangan nilai Pancasila (buku 2). Jakarta: Yayasan Cahaya Guru.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1275
Abstract - 131 PDF - 70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Herman Hendrik

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.