Denda Adat pada Tradisi Pepadun Masyarakat Lampung dalam Perspektif Hukum Islam

Tri Wahyuni, Inni Inayati Istiana, Ratna Asmarani

Abstract


The people of Lampung, who are predominantly moslem, have a form of implementing customary fines known as dau. There is the term cepala or cepalau, which means 'violation of customary law' in Lampung, which is generally based on Islamic law. The people of Lampung, especially the Pepadun custom in West Tulangbawang Regency, adhere to customary law, which is a reflection of self-esteem that is relevant to the culture of the archipelago. This article aims to find out the practice of "customary fines' among the people of Lampung Pepadun in West Tulangbawang and describe the Islamic perspective on the practice of these customary fines. The researcher used the elicitation method with observing, note-taking, and interviewing techniques within the framework of legal anthropological theory with a phenomenological approach. In general, the practice of dau is in line with Islamic law. There is a stipulation of dau on the types of violations of customary law at mild, moderate, and serious levels, which have consequences of dau and social sanctions. In addition, there are types of violations of customary law in general that only result in punishment without social sanctions. The determination of dau is intended as social control to maintain order among the Pepadun indigenous people.

 


Keywords


Islamic Law; Lampung Pepadun Custom; Legal Anthropology; Traditional Fines

Full Text:

PDF

References


Al Muhlis, R. (2017). Sanksi Adat Pete’an dalam Perspektif Hukum Islam. Mahakim: Journal of Islamic Family Law, 1(2), 65–76. https://doi.org/https:// doi.org/10.30762/mahakim.v1i2.64

Aswinda, T. (2017). Sanksi Pidana Denda Adat Pinang Cerana bagi Pelaku Pencurian di Gampong Kampung Paya Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Menurut Perspektif Hukum Islam. Universitas Islam Ar-Raniry Aceh.

Ayyuhda, C., & Karsiwan. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 1(1), 11–18.

https://e-journal.metrouniv.ac.id/ index.php/social-pedagogy

Bauto, L. M. (2014). Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama). JPIS, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 11–25.

DPR. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA.

Hariyadi, R., Syu’aib, K., & Mustiah, R. (2022). Denda Adat Mengkhitan Anak Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Rambah Kecamatan Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo). NALAR FIQH: Jurnal Hukum Islam, 13(1), 13–29.

https://doi.org/10.30631/nf.v13i1.1273

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. MediaTor: Jurnal Komunikasi, 9(1), 166.

Irawan, D. (2019). Sistem Kekerabatan Masyarakat Lampung Pepadun Berdasarkan Garis Pertalian Darah. Edukasi Lingua Sastra, 17(2), 151–158.

https://doiorg/10.47637/elsa.v17i2.47

Jeddawi, M., & Rahman, A. (2020). Identifikasi Hukum Adat yang Masih Berlaku dalam Penyelesaian Persoalan Sosila di Desa Kawo Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Konstituen, 2(2), 89–100.

Lestari, I. D. (2014). Praktik denda bagi pihak penerima gadai sawah oleh penerima gadai perspektif ’urf di Desa Bumiharjo, kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung-Timur. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Maejan, S. (2017). Sejarah Latar Belakang Asal Mula Marga Lampung dan Daerah-Daerah Lain dalam Wilayah NKRI (tidak diterbitkan).

Maimunah. (2020). Jipen (Denda Adat): Alternatif untuk Meminimalisir Perceraian di Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Belom Bahadat: Jurnal Hukum Agama Hindu, 10(2), 65–81. https://doi.org/10.33363/bb.v10i02.564

Marinsah, S. A., Asis, A. H. B., & Firdaus, M. (2022). Amalan Sogit dalam Kalangan Masyarakat Dusun di Ranau, Sabah: Analisis dari Perspektif Sosiobudaya dan Hukum Islam. MANU, 33(2), 105–128.

https:// doi.org/10.51200/manu.v33i2.2149

Miles, M. ., & Huberman. (1984). Analisis Data Kualitatif (Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi). Universitas Indonesia.

Mizon, A. (2018). Denda Adat bagi Pelaku Zina Ditinjau dari Hukum Islam. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin.

Moleong, L. J. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Rosda Karya.

Muhadjir, N. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif (4th ed.). Rake Sarasin.

Nasyiah, T., & Mansur, T. M. (2019). Denda Adat dalam Penyelesaian Kasus Khalwat di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Bidang Hukum Keperdataan, 3 (1), 86–96.

Nugraha, S. (2022). Eksistensi Hukum Adat Melalui Penerapan Singer (Denda Adat) dalam Perceraian Suku Dayak Ngaju. Belom Bahadat: Jurnal Hukum Agama Hindu, 12(1), 80–93.

https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/belom-bahadat

Nurhasanah. (2019). Kajian Etnomatematika Penetapan Uang Adat dalam Pernikahan Adat Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Razak, F. (2018). Tradisi Sebambangan Masyarakat Adat Lampung Pepadun dalam Perspektif Islam. Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Rizkiyati. (2019). Nilai-Nilai Budaya Lampung dalam Perspektif Islam ( Studi pada Perkawinan Adat Saibatin di Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran). Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Setia, F. N. putri, & Pura, M. H. (2022). Pemberian Sanksi Adat terhadap Pelaku Pencurian Pratima dalam Hukum Adat Bali Desa Pakraman. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 9(3), 1367–1374.

Siregar, M. (2008). Antropologi Budaya (S. Udin (ed.)). Universitas Negeri Padang.

Sofiana, A., Sinta, P. A., Gumiri, E. R., & Musa, N. (2022). Tradisi Segheh Dalam Perkawinan Adat Lampung Perspektif ‘Urf dan Maslahah Mursalah. El Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(2), 73–92.

https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v3i2.15231

Sumarsono, & Partana, P. (2004). Sosiolinguistik. Pustaka Pelajar.

Wahyuddin. (2017). Aliran Struktural Fungsional (Konsepsi Radcliffe-Brown). Al Hikmah, 19(2), 111–118.

Wahyuni, T. (2022). Prosesi Seni pada Perilaku Budaya Masyarakat Pepadun Megou Pak Tulangbawang dalam Perspektif Etnografi Komunikasi. Kongres Bahasa Lampung I, belum terbit.

Yusuf, M., & Nawir, M. S. (2021). Famari (Penghinaan Berujung Pada Tradisi Yang Mampu Menyebabkan Sanksi/Denda Adat, Tradisi Pada Masyarakat Misool Barat, Kepulauan Raja Ampat). Sasi, 21(1–11).

https://doi.org/DOI: 10.47268/sasi.v27i1.225

Sumber Internet

Jafar, Iwan Nurdaya. 2021. “Pemali dalam Adat dan Kebiasaan Orang Lampung. Majalah Kelasa, Kantor Bahasa Provinsi Lampung, 26 April 2021.

https://majalahkelasa.kemdikbud.go.id/2021/04/26/pemali-dalam-adat-dan-kebiasaan-orang-lampung/ (diakses pada 12 Februari 2023)

Lubis, Zulkarnain.2011. “Paradigma Makna Perceraian”.

https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/paradigma-makna-perceraian-olehdrs-zulkarnain-lubis-m-h-11-7 (diakses pada 9 Mei 2023)

Syani, Abdul. 2013. “Cepalau Dan Hukum Adat Penguasaan Tanah”.

http://staff.unila.ac.id/abdulsyani/2013/04/17/cepalau-dan-hukum-adat-penguasaan-tanah/ (diunduh pada 14 Februari 2023)




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1895
Abstract - 263 PDF - 298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Tri Wahyuni, Inni Inayati Istiana, Ratna Asmarani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.