PERBEDAAN YANG BERTEGUR SAPA: KISAH PERSAUDARAAN BEDA AGAMA DARI KAMPUNG LEMPAKE

Syamsurijal Syamsurijal

Abstract


Dalam beberapa  penelitian tentang kerukunan beragama di  kota Samarinda, selalu tergambar kota ini memiliki beberapa persoalan. Secara umum masyarakat memang terlihat hidup tenang dan damai, tetapi relasi antara penganut agama di grass root tidak akrab.  Hanya melebur saat ada acara-acara resmi yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi dalam kehidupan sehari-hari cenderung berjarak satu sama lain.   Tulisan ini ingin menunjukkan, bahwa di tengah-tengah masyarakat yang hubungannya terlihat canggung, masih ada komunitas tertentu yang mempraktikkan kerukunan beragam secara tulus. Praktik semacam itu perlu dituliskan karena bisa menjadi energi positif bagi komunitas lainnya untuk membangun kerukunan beragama yang serupa.  Dengan metode penelitian kualitatif, peneliti menelusuri kehidupan dan relasi masyarakat beda agama di salah satu kelurahan di kota Samarinda.  Hasilnya, ditemukan fakta yang menarik,  ternyata masih ada komunitas tertentu di Samarinda yang mempraktikkan toleransi agama secara tulus. Masyarakat di kampung itu  tidak hanya rela bertetangga dengan orang yang berbeda agama, tetapi juga menyambutnya dengan mesra untuk menjadi bagian dari keluarga besar di kampung itu. Suatu kehidupan yang bisa menghormati perbedaan karena merasa perbedaan justru menjadi modal sosial mereka untuk membangun kampung halaman. Kehidupan yang tidak hanya harmonis, tapi saling menyapa dan tolong menolong antara pemeluk agama yang berbeda. Itulah praktik kerukunan beragama di kelurahan Lempake-Samarinda Utara, Kota Samarinda. Praktik kerukunan beragama ini boleh dikatakan sebentuk model Best Practice Toleransi yang masih berlangsung di tengah denyut kehidupan masyarakat Samarinda yang semakin berjarak satu sama lain.  


Keywords


Kerukunan beragama, praktik terbaik, pluralisme, konflik

Full Text:

PDF

References


Bungin, Burhan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Commans, Mikhail.1987. 1987. Manusia Dayak. Dahulu, Sekarang Dan Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia.

Coser, Lewis A. 1956. The Fungtions of Social Conflict. New York: The Free Pres.

Eck, Diana L. 2001. A New Religious America: How a Cristian Country: Has Become the World’s Most Religiously Diverse Nation. New York: Harper San Fransisco.

Eck, Diana L. 2006. “What Is Pluralism?”. http//pluralism.com (17-12-2018)

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Culture. New York: Basic Books Inc.

Departemen pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Wujud Arti Dan Fungsi Puncak-Puncak Kebudayaan Lama Dan Asli Kalimantan Timur. Samarinda: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Bagian Proyek Pengkajian Dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Kaltim. Samarinda.

Lochhead, David. 1988. The Dialogical Imperative: A Christian Reflection on Interfaith Encounter. Oregon: Orbits Book.

Manuputty, Jack. 2014. Carita Orang Basudara; Kisah-Kisah Perdamaian Dari Maluku. Edited by Jacky Manuputty. Jakarta: LAIM, PUSAD & YAYASAN PARAMADINA.

Marx, Karl. 2004. Das Kapital. Bandung: Hasta Mitra.

"Monografi Desa Lempake 2018". 2019. Samarinda.

Naipospos, Halili & Bogar Tigor. 2015. Dari Stagnasi Menjemput Harapan Baru, Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Di Indonesia 2014. Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara.

Parekh, Bikhu. 2008. Rethinking Multikulturalism: Keberagaman Budaya Dan Teori Politik. Yogyakarta: Kanisius.

“Peta Tambang Di Kalimantan Timur.” 2015. Samarinda: Forest Watch Indonesia.

Rumadi. 2009. “Pandemi Idiologi Puritanisme Agama.” In Agama Dan Pergeseran Representasi: Konflik Dan Rekonsiliasi Di Indonesia, edited by Alamsyah M.Ja’far. Jakarta: Wahid Institute.

Sarip, Muhammad. 2016. Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda. Dua. Samarinda: Pelita Makmur.

Sen, Amartya. 2006. Identity and Violence. London: W.W. Norton & Company.

Syamsurijal. 2018. “Toleransi Yang Canggung; Menyingkap Toleransi Beragama Kelompok Kristen Di Samarinda.” Jurnal Pusaka 6 (1): 1–26.

———. 2019. “Politik Identitas Dayak Dan Babak Baru Toleransi Beragama.” In Kekuasaan, Agama Dan Identitas, edited by Wahyuddin Halim, I. Yogyakarta: Lintas Nalar.

Walzer, Michael. 1997. On Toleration. London: Yale University Press.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1259
Abstract - 399 PDF - 107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Syamsurijal Syamsurijal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.