Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan
Abstract
The suru maca ritual is a tradition of the Islamic community of Pakkabba Village in Takalar Regency, South Sulawesi province, to welcome Ramadan's arrival. At present, the implementation of this tradition is enjoyed by local communities and enjoyed by immigrant communities of different ethnicities and religions. This tradition is alive and well in society because it is functional and has a significant symbolic meaning for this culture's owner. This study aims to determine the purpose and function of the suru maca ritual for Pakkabba Village people. This research is a qualitative study that uses an ethnographic approach. Data was collected through literature review, participatory observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using a functional, structural approach. The results showed that the existence of Islam had been accepted and became part of the Pakkabba village community's social system so that the month of Ramadan, which is the holy month of Muslims, is expressed through the local tradition of suru maca. The suru maca ritual means a communicative act and is an arena of women's power. At the same time, its functions include expressing feelings, strengthening solidarity, strengthening kinship relationships, moral renewing, and maintaining identity
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, H. (1985). Manusia Bugis Makassar: Suatu Tinjauan Historis Terhadap Pola Tingkah Laku Dan Pandangan Hidup Manusia Bugis Makassar. Jakarta: Inti Idayu Press.
Abdullah, I. (2006). Konstruksi Dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. A. (1996). Studi Agama: Normativitas Atau Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdurrahman, M. (2005). Islam Yang Memihak. Yogyakarta: Lkis. Agus, B. (2006). Agama Dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: Rajawali Pers.
Aijudin, A. (2017). “Mengelola Pluralismemelalui Dialog Antar Agama (Sebuah Tinjauan Teoritik) Managing PluralismThrough Interfaith Dialogue (a Theoretical Review).” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) Volume 3, Nomor 1. Hlm. 119 s/d 24.
Alhusni. (2014). Tradisi Bebantai Menyambut Bulan Ramadan Dalam Masyarakat Merangin Jambi. Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Volume 29, Nomor 1. Hlm. 41 s/d 50.
Astria, M. (2013). Tradisi Nyadran Dalam Menjelang Bulan Ramadhan Di Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan.” Pesagi: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah. Volume 1, Nomor 5. Hlm.
Azra, A. (2020a). Gerakan Pembebasan Islam. Jakarta: Kencana.
__________. (2020b). Menjaga Indonesia: Dari Kebangsaan Hingga Masa Depan Politik Islam. Jakarta: Kencana.
__________. (2020c). Moderasi Islam Di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Bahri, S. dan Yuhana. (2016). Tradisi Bulan Ramadhan Dan Kearifan Budaya Komunitas Jawa Di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu.” Jom FISIP. Volume 3, Nomor 1. Hlm. 1 s/d 15
Bolo, A. D.. (2019). “Agama Dan Ekonomi.” in Agama dan Kesadaran Kontemporer. Yogyakarta: Kanisius.
Campbel, T. (1994). Tujuh Teori Sosial. Yogyakarta: Kanisius.
Darmawan, E. P. (2005). Agama Itu Bukan Candu: Tesis-Tesis Feuerbach, Karl Marx, Dan Tan Malaka. Yogyakarta: Resist Book.
Dharmawan, A. H.. (2007). Dinamika SosioEkologi Pedesaan: Perspektif Dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan Dan Ekologi Politik. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan. Volume 1, Nomor 1. Hlm. 1 s/d 40
Djamari, H. (1993). Agama Dalam Perspektif Sosiologi. Bandung: CV Alfabeta.
Durkheim, E. (2007). The Elementary Forms Of The Religious Life: Sejarah Bentuk Bentuk Agama Yang Paling Dasar. Yogyakarta: Ircisod.
Engineer, A. Ali. (2007). Islam Dan Pembebasan. Yogyakarta:
LKIS. Geertz, C. (1992). Agama Dan Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Ghufron, F. (2016). Ekspresi Keberagamaan Di Era Milenium: Kemanusiaan, Keragaman Dan Kewarganegaraan. IRCiSoD.
Habermas, J. (2006). Teori Tindakan Komunikatif, Rasio Dan Rasionalisasi Masyarakat. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Hamid, A. (2006). “Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar.” Jurnal Jaffray 4(1):16–24.
Harmadi, M. (2019). Metafora Meja Makan Sebagai Upaya Membangun Toleransi Di Tengah Kehidupan Masyarakat Indonesia Yang Majemuk. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. Volume 4, Nomor 1. Hlm. 99 s/d 110.
Hasanah, U. (2019). Arak-Arakan Simbol Warak Ngendog Sebagai Media Dakwah. AlI’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam. Volume 3, Nomor. Hlm. 55 s/d 66. 290 Jurnal SMaRT Volume 06 Nomor 02 Desember 2020
Huda, C. (2016). Etos Kerja Pengusaha Muslim (Studi Kasus Pada Pengusaha Muslim Alumni UIN Walisongo Semarang). Economica: Jurnal Ekonomi Islam. Volume 7, Nomor 2. Hlm. 79 s/d 107.
Ida, L. (2004). “Pergolakan Gerakan Dan Identitas NU.” in Artikulasi Islam Kultural: Dari Tahapan Moral ke Periode Sejarah, edited by A. Gunawan. Jakarta: Srigunting.
Indrawardana, I. (2012). Kearifan Lokal Adat Masyarakat Sunda Dalam Hubungan Dengan Lingkungan Alam. Komunitas: International Journal of Indonesian Society And Culture. Volume 4, Nomor 1. Hlm. 1 s/d 8
Khusna, F. N. (2019). Spiritualitas Agama Dan Etos Kerja Masyarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan Nelayan Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Volume 13, Nomor 1. Hlm. 8 s/d 14
Koentjaraningrat. (1987). Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
__________. (1990). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.
__________. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lampe, M. (2013). Pengelolaan Sumber Daya Laut Kawasan Terumbu Karang Takabonerate Dan Paradigma Komunalisme Lingkungan Masyarakat Bajo Masa Lalu. Antropologi Indonesia. Volume 33, Nomor 3. Hlm. 216 s/d 227
Madung, O. G. (2016). Toleransi Dan Diskursus Post-Sekularisme.” Jurnal Ledalero. Volume 15, Nomor 2. Hlm. 305–322. Maifianti, K. S., S. Sarwoprasodjo, dan
D. Susanto. (2014). Komunikasi Ritual Kanuri Blang Sebagai Bentuk Kebersamaan Masyarakat Tani Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Propinsi Aceh. Jurnal Komunikasi Pembangunan Volume 12, Nomor 2. Hlm. 1 s/d 6.
Mardotillah, M and Rini S. Soemarwoto. (2017). Ngaruat Cai: Sebuah Pengikat Kebersamaan Di Cirateun. Jurnal HUMANIKA. Volume 24, Nomor 1. Hlm 1 s/d 10.
Mattulada. (1988). Kebudayaan Tradisional Sekelumit Tentang Sulawesi Selatan.” in Masyarakat dan Kebudayaan: Kumpulan Karangan Untuk Prof. Dr. Selo Soemardjan, edited by H. W. Bactiar. Jakarta: Djambatan.
Mulkhan, A. M. (2003). Strategi Sufistik Semar: Aksi Kaum Santri Merebut Hati Rakyat. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Nadjib, M. (2013). “Agama, Etika Dan Etos Kerja Dalam Aktivitas Ekonomi Masyarakat Nelayan Jawa.” Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan 21(2):137–50.
Nasdian, F. T. (2015). Sosiologi Umum. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Noor, A. Z.. (2018). Islam Santai: Kedamaian Dan Kemanusiaan Dalam Pesona Keintiman Agama Dan Budaya. Yogyakarta: Ircisod.
O’dea, T. F. (1985). Sosiologi Agama: Suatu Pengenalan Awal. Jakarta: CV. Rajawali.
Parmiti, D. P. (2018). “Etos Kerja Wanita Pedagang Acung Dan KebertahananNilaiNilai Sosial-Ritual Di Kalangan Masyarakat Bali.” Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Sains Dan Humaniora. Volume 1, Nomor 1. Hlm. 1 s/d 7.
Piliang, Y. A.. (2011). Bayang-Bayang Tuhan: Agama Dan Imajinasi. Bandung: Mizan.
Priandono, T. E. (2016). Komunikasi Keberagaman. Bandung: Rosda.
Ramadhan, B. M. and Ryandono M. N. H. (2015). “Etos Kerja Islami Pada Kinerja Bisnis Pedagang Muslim Pasar Besar Kota Madiun.” Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan 2(4).
Raodah. (2014). Budaya Spiritual Orang Gowa. Makassar: Pustaka Refleksi.
Respati, W. (2014). “Transformasi Media Massa Menuju Era Masyarakat Informasi Di Indonesia.” Humaniora 5(1):39–51.
Romas, C. S. (2000). Wacana Teologi Islam Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Rostiyati, A. (2017). “Peran Perempuan Pada Upacara Tradisional Rahengan Di Desa Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi
Selatan Abdul Rahman, Muhammad Syukur, dan Abdul Aziz, halaman 277-291 291 Citatah Kecamatan Cipatat.” Patanjala 9(3):291948.
Rumahuru, Y. Z. (2009). “Wacana Kekuasaan Dalam Ritual: Studi Kasus Ritual Ma’atenu Di Pelauw.” in Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Kontemporer, edited by I. Abdullah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusli, M. (2019). “Impelementasi Nilai Siri’ Napacce Dan Agama DiTtanah Rantau; Potret Suku Bugis-Makassar Di Kota Gorontalo.” AL ASAS 2(2):73–86.
Saifuddin, A. F. (2006). Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana.
Sairin, S. (2002). Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia: Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Schutz, A. (1972). The Phenomenology Of the Social World. United Kingdom: Heinemann Educational Books.
Sen, A. (2016). Kekerasan Dan Identitas. Tangerang: Marjin Kiri.
Soedjatmoko. (1985). Etika Pembebasan. Jakarta: LP3ES.
Soekanto, S. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Soelaeman, M. M. (2009). Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Refika Aditama.
Syam, H. N. (2018). Menjaga Harmoni Menuai Damai. Yogyakarta: Kencana.
Syam, N. (2009). Tantangan Multikulturalisme Indonesia: Dari Radikalisme Menuju Kebangsaan. Yogyakarta: Kanisius.
Syaripulloh. (2014). Kebersamaan Dalam Perbedaan: Studi Kasus Masyarakat Cigugur, Kabupaten Kuningan, jawa Barat. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Volume 1, Nomor 1. Hlm. 64 s/d 78.
Syukur, M. (2020). Resiprositas Dalam Daur Kehidupan Masyarakat Bugis. Jurnal Neo Societal Volume 5, Nomor 2. Hlm. 99 s/d 111.
Thaha, H. and Ilyas, M. (2018). Perilaku Beragama Dan Etos Kerja Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Penggoli Kecamatan Wara Utara Kota Palopo.” Palita: Journal of Social Religion Research. Volume 1, Nomor 1. Hlm 1 s/d 16.
Toneko, S. B. (1993). Struktur Dan Proses Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.
Utami, G. N. (2018). Tradisi Balimau Pada Masayarakat Minang Di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Pesagi: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah. Volume 6, Nomor 2.
Wahid, S. (2008). Manusia Makassar. Makassar: Pustaka Refleksi.
Walgito, B. (2011). Teori-Teori Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi.
Wibowo, A. M. (2019). “Kesalehan Ritual Dan Kesalehan Sosial Siswa Muslim Sma Di Eks Karesidenan Surakarta.” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi). Volume 5, Nomor 1. Hlm. 29 s/d 43.
Wiguna, M. O. C. (2016). Pengaruh Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Terhadap Penguasaan Tanah Prabumian Berdasarkan Konsepsi Komunalistik Religius Di Bali. Jurnal Hukum NOVELTY. Volume 7, Nomor 2. Hlm. 182 s/d 195.
Zaprulkhan. (2017). Islam Yang Santun Dan Ramah, Toleran Dan Menyejukkan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v6i2.1097
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Abdul Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






