Religiusitas Islam dalam Serat Wedhatama Pupuh Gambuh

Rudi Permono Putro, Muhammad Rohmadi, Ani Rakhmawati, Kundharu Saddhono

Abstract


Religion and culture are often confronted diametrically, including Islam and Javanese culture. However, the intellectual, cultural treasures of Javanese cultural heritage in Serat Wedhatama show that this serat has a dimension of Islamic religiosity. The content of the Serat Wedhatama is essential for strengthening the practice of Islamic religiosity in society amid the moral degradation of the nation's generation. This research has a necessary contribution to inculcating religious and cultural values in the nation's generation. The research used a qualitative approach to reveal the dimensions of Islamic religiosity in Serat Wedhatama Pupuh Gambuh by KGPAA Mangkunegara IV. The study of the manuscript's contents shows that Serat Wedhatama Pupuh Gambuh contains five dimensions of Islamic religiosity: the dimension of belief, dimensions of religious practice, the dimension of treachery, and religious knowledge; and practice dimensions. This study also confirms a relationship between (Serat Jawa) as a product of culture and religious values. The values in Pupuh Gambuh Wedhatama Fiber can be used as parameters and guidelines for life. This study can also be used to answer the conditions of the people who are amid deculturation and de-religiosity.

Keywords


nilai religius; Serat Wedhatama pupuh Gambuh; generasi milenial

Full Text:

PDF

References


Agustin, ‪Dyah S. Y. (2011). Penurunan rasa cinta budaya dan nasionalisme generasi muda akibat globalisasi. Jurnal Sosial Humaniaora, 4(2), 177–185.‬

Atmosuwito, S. (2010). Perihal Sastra dan Religiusitas dalam Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Azmy, R., Haryono, & Utanto, Y. (2017). Legitimasi Budaya Lokal Islam dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama. Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studie, 5(2), 77–89.

Bakri, S. (2014). Kebudayaan Islam Bercorak Jawa: Adaptasi Islam dalam Budaya Jawa. DINIKA, 12(2).

Birsyada, ‪Muhammad I. (2020). Sufism Ethics in Javanese Aristocracy: A Historical Perspective. International Journal of Innovation, Creativity, and Change, 11(10), 267–286.‬

Chodjim, A. (2016). Serat Wedhatama For Our Time: Membangun Kesadaran untuk Kembali ke Jati Diri. Tangerang: Penerbit BACA.

Indhiarti, T. R., Budi, S. U., & Winarni, I. (2018). Revealing A Javanese Identity Of Prayer In The Wedhatama Through Semantic Proposition. Kajian Linguistik Dan Sastra. https://doi.org/10.23917/kls.v2i2.6734

Indra, H. (2016). Pendidikan Islam Tantangan & Peluang di Era Globalisasi. Yogyakarta: Deepublish.

Ismawati, ‪Esti. (2016). Religiosity in Wedhatama by KGPAA Mangkunagara IV: An Education Model A La Javanese Culture. International Journal of Active Learning, 1(2), 38–48.‬

Kemendiknas. (2010). Desain Induk Pendidikan Karakter. Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Khotib, K., & Mubin, M. U. (2019). Tazkiyāt Al-Nafs Melalui Pendekatan Tasawuf Dan Fikih Dalam Membangun Kesalehan Sosial Dan Relegiositas Masyarakat. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 17(2), 193–213.

Koentjaraningrat, K. (2010). Manusia dan kebudayaan di Indonesia.[Humans and culture in Indonesia]. Jakarta: Djambatan.

Kurnialoh, N. (2015). Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Serat Sastra Gendhing. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 13(1), 98–113.

Mangkunagoro IV, K. G. P. A. A. (1979). Terjemahan Wedhatama (Yayasan Mangadeg Surakarta). Jakarta: Pradnya Paramita.

Melina. (2016). Peranan Budaya Dalam Pembangunan Manusia Indonesia. Jurnal Ilmiah “Dunia Ilmu,” 2(4).

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2009). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press.

Moleong, L. J. (n.d.). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Muali, C. (2017). Rasionalitas Konsepsi Budaya Nusantara dalam Menggagas Pendidikan Karakter Bangsa Multikultural. Jurnal Islam Nusantara, 1(1), 105–117.

Munandar, S. A. dan A. A. (2020). Ajaran Tasawuf Dalam Serat Wedhatama Karya K.G.P.A.A Mangkunegara IV. Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 10(1), 51–75. https://doi.org/https://doi.org/10.36781/kaca.v10i1.3064

Mustari, M., & Rahman, M. T. (2014). Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Najoan, D. (2020). Memahami Religiusitas dan Spiritualitas Di Era Milenial. Edicatio Christi, 1(1).

Nurgiyantoro, B. (2014). Penggunaan Ungkapan Jawa dalam Kumpulan Puisi Tirta Kamandanu Karya Linus Suryadi (Pendekatan Hermeneutik Syariatal), 13(2).

Putri, L. A. (2020). Dampak Korea Wave Terhadap Prilaku Remaja Di Era Globalisasi. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 42–48.

Putro, R. P., Rohmadi, M., Rakhmawati, A., & Saddhono, K. (2019). Religion Caste Inside Sembah Catur on Serat Wedhatama, Pupuh Gambuh made by KGPAA Mangkunegara IV. In Proceedings of the 1st Seminar and Workshop on Research Design, for Education, Social Science, Arts, and Humanities (p. 182). European Alliance for Innovation.

Rahmaniar, F. S., Suyitno, Supana, & Saddhono, K. (2020). Keselarasan Kearifan Lokal Dengan Nilai Keislaman Pada Tradisi Labuhan Gunung Kombang di Kabupaten Malang. Urnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 6(1), 113–125.

Rohmadi, M. (2018). Strategy of Speech and Implementation of Principle of Decency on Social Media As a Medium to Maintain Diversity of Multicultural Society in the Republic of Indonesia. In The 1st International Seminar on Language, Literature and Education (pp. 647–656). KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v3i9.2729

Rustan, E. (2020). Budaya Leluhur dalam Memperkukuh Tatanan Masyarakat di Era Globalisasi. In PROSIDING: Seminar Internasional Pemertahanan Identitas Masayarakat Multikultural di Era Globalisasi (pp. 79–86). Surabaya: Universitas PGRI Adibuana Surabaya, Balai Bahasa Surabaya, dan Himpunan Pembina Bahasa Indonesia.

Siti Mujibatun. (2013). Konsep Sembah Dan Budi Luhur Dalam Ajaran Mangkunagara Iv Dan Relevansinya Dengan Hadis Nabi. Al-Tahrir,.

Soemardjan, S., & Soemardi, S. (1964). Setangkai bunga Sosiologi. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sriwilujeng, D. (2019). Panduan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Stark, R., & Glock, C. Y. (1966). Religion and society in tension. Chicago: Universityof California.

Suharyanto, A. (2015). Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(2), 162–165.

Sumbulah, U. (2015). Islam Jawa dan Kulturasi Budaya: Karakteristik, Vareasi, dan Ketaatan Ekspresi. EL-HARAKAH, 14(1).

Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. CIVIS, 2(1).

Susetya, W. (2010). Sembah Raga hingga Sembah Rasa: Menemukan Hakikat dalam Praktik Penghambaan. Yogyakarta: Penerbit Kreasi Wacana.

Sutopo. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. UNS Press.

Ulum, B. (2014). Islam Jawa: Pertautan Islam dengan Budaya Lokal Abad Ke XV. Jurnal Pusaka, 2(1), 28–42.

Wardani, D. A. (2020). Ritual Ruwatan Murwakala Dalam Religiusitas Masyarakat Jawa. Jurnal Widya Aksara, 25(1).

Zakub, R., Widodo, S. T., & Setiawan, B. (2018). The Relevance Between Javanese Pitutur Luhur and Islam Religiosity. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 16(1), 148–164.

Zuriah, N. (2008). Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: PT Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v7i01.1273
Abstract - 544 PDF - 261

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Rudi Permono Putro

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.